Sabtu, 25 Februari 2012

Mahabbah (Cinta) Kepada ALLAH SWT


Q.S At-Taubah: 24 :
24.  Katakanlah: "Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari ALLAH dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai ALLAH mendatangkan Keputusan NYA". dan ALLAH tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

Berdasarkan surat diatas kita dapat mengambil pelajaran buat kita diantaranya:

“Barang siapa mencintai ALLAH melebihi cintanya kepada segala sesuatu, maka ALLAH akan menjadikan segala sesuatu indah dalan hidupnya,
sebaliknya barang siapa mencintai sesuatu lebih dari cintanya kepada ALLAH maka cintanya kepada sesuatu itu akan menjadi hizab yang tebal. Yang akan menghalangi dia dan ALLAH tuhannya.
 “barang siapa terhalang antara dia dan ALLAH maka orang tersebut tidak akan pernah merasakan nikmatnya munajat kepada ALLAH maka air matanya tidak akan pernah jatuh karena takut dan rindu kepada tuhannya, hatinya akan hampa, keras,dan diselimuti kecewaan yang tak terhingga.

“Barang siapa mencintai sesuatu diddunia melebihi cintanya kepada ALLAH maka ia mendapatkan cinta yang palsu.”

“siapapun yang kita cintai diatyas dunia selain ALLAH maka dialah yang akan paling banyak menyakiti hati kita,membuat kita kecewa menagis dan terluka.”

            Menurut Ibnu Qoyyiem Al-zauji dalam bukunya “TAMAN-TAMAN ORANG YANG JATUH CINTA DAN MEMENDAM RINDU KEPADA TUHANNYA”

Tanda-Tanda orang yang jatuh cinta kepada tuhannya adalah sebagai berikut:

  1. Malu apabila yang dicintai memandangnya
  2. sering menyebut nama yang dicintainya (Berdzikir kepada ALLAH)
  3. mencintai rumah kekasihnya (Mesjid)
  4. suka membaca surat kekasihnya (Al-Quran)
  5. ingin selalu dipuji dari yang dicintai
  6. rela berkorban untuk orang yang dicintainya
  7. selalu ingin bertemu dengan orang yang dicintainya.

Kekasih yang dimaksudkan diatas ialah ALLAH.

Semoga penjelasan diatas dapat memberi manfaat bagi kita semua yang membacanya.

Sumber : Pak Sahruddin  (dosen agama STMIK Budidarma Medan)
  

0 komentar:

Poskan Komentar